Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Ahmad Rendra Fajaresta, salah
satu mahasiswa Informatika yang akrab dipanggil Fajarest dari Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo. Kelahiran Pasuruan, 10 Juni 2001. Memiliki akun
instagram fajarest10_ dan akun email ahmadrendrafajaresta@gmail.com
yang selalu merahasiakan passwordnya. Bertujuan menyampaikan penjelasan singkat
tentang SISTEM DIGITAL bersumber dari modul asli karya UMSIDA.
POKOK BAHASAN 1
PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR
1.
Gerbang AND
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan
hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan
Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika
0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = A*B atau Z=AB (tanpa symbol)
Simbol
Gerbang AND
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
2.
Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk
menghasilkan hanya 1 Keluaran
(Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari
Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 0, maka semua Masukan
(Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian OR
dinyatakan sebagai Z = A + B.
Simbol
Gerbang OR
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
3.
Gerbang NOT (Inverter)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan
(Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga
dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang
berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin
mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya
harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai
Simbol
Gerbang NOT
4.
Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND,
Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang
menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan
menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan
jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
Rangkaian NAND dinyatakan sebagai
Simbol
Gerbang NAND
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
5.
Gerbang NOR (NOT OR)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang
NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan
kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan
Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan
jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus
bernilai Logika 0. Rangkaian NOR dinyatakan sebagai 
Simbol
Gerbang NOR
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang
terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR
akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya
(Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama,
maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai
Simbol Gerbang X-OR
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
7. Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga
terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan
dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT.
Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan
atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini
merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR
dinyatakan sebagai
Simbol
Gerbang X-NOR
A
|
B
|
OUTPUT
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
POKOK
BAHASAN II
PERSAMAAN
BOOLEAN & PENYEDERHANAAN RANGKAIAN LOGIKA (MENGGUNAKAN METODE K-MAP)
1.
Aljabar Boolean
Aljabar
Boolean memuat variable dan simbul operasi untuk gerbang logika. Simbol yang
digunakan pada aljabar Boolean adalah: (.) untuk AND, (+) untuk OR, dan ( )
untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk
mempermudah penyeleseian perhitungan secara aljabar dan pengisian tabel kebenaran
digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.
Dalam
aljabar boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika
tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka logika tersebut akan
bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (aktive low)
sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (aktive high). Pada teori –
teori aljabar boolean ini berdasarkan aturan – aturan dasar hubungan antara
variabel – variabel Boolean.
Ø Dalil-dalil
Boolean (Boolean postulates)
ü P1:
X= 0 atau X=1
ü P2:
0 . 0 = 0
ü P3:
1 + 1 = 1
ü P4:
0 + 0 = 0
ü P5:
1 . 1 = 1
ü P6:
1 . 0 = 0 . 1 = 0
ü P7:
1 + 0 = 0 + 1 = 1
Ø Theorema
Aljabar Boolean
ü T1:
Commutative Law
o
A + B = B + A
o
A . B = B . A
ü T2:
Associative Law
a.
( A + B ) + C = A + ( B + C )
b.
( A . B ) . C = A . ( B . C )
ü T3:
Distributive Law
a.
A . ( B + C ) = A . B + A . C
b.
A + ( B . C ) = ( A + B ) . ( A + C )
ü T4:
Identity Law
a.
A + A = A
b.
A . A = A
ü T5:
Negation Law
a.
( A’ ) = A’
b.
( A’ )’ = A
ü T6:
Redundant Law
a.
A + A . B = A
b.
A . ( A + B ) = A
ü T7:
0 + A = A
1 . A = A
1 + A = 1
0 . A = 0
ü T8:
A’ + A = 1
A’. A = 0
ü T9:
A + A’ . B = A + B A . ( A’ + B ) = A . B
ü T10:
De Morgan’s Theorem
a.
(A+B)’ = A’. B’
b.
(A . B)’= A’+ B’
2.
K-Map
Peta Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang
menggunakan paling banyak enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas
penyederhanaan persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan
logika dengan lima atau enam variable disarankan menggunakan program computer.
Peta
merupakan gambar suatu daerah. Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang
telah di jabarkan pada table kebenaran. Penggambaran daerah pada peta karnaugh
harus mencakup semuah logika. Daerah pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih
antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.
2.1
K-Map
2 Variabel
2.2
K-Map
3 Variabel
2.3
K-Map
4 Variabel
POKOK
BAHASAN III
3.
DASAR TEORI
Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang
universal, artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang NAND saja atau NOR
saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT).
Multilevel, artinya : dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau NOR, akan
ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output.
Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital
adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam
sebuah IC logika sehingga
kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak
IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang
digunakan).
Adapun
cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:
1. Melalui peneyelesaian persamaan
logika/Boolean
2. Langsung menggunakan gambar padanan
3.1 PEMBAHASAN
3.1.1 NAND
Diketahui
sebuah persamaan logika sebagai berikut:
Selesaikan persamaan tersebut hanya dengan gerbang NAND
saja.
Jawab:
Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian
digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:
Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri
dari satu buah gerbang NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. Ini
artinya kita harus membeli tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak
semua gerbang yang ada dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya
adalah kita sudah melakukan pemubaziran (membuang sia-sia) gerbang lainnya,
padahal kita sudah beli dan banyak memakan tempat.
Setelah penyederhanaan dengan menggunakan persamaan logika
di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan gerbang NAND saja yang
kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut:
Dengan cara di atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC
NAND untuk mebangun sebuah rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita
sudah bisa menghemat uang dan tempat.
3.1.2 NOR
Selesaikanlah persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang
NOR saja.
Jawab:
Rangkaian asalnya adalah:
Sedangakan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja
adalah sebagai berikut.
Dari gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi
berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai
semuanya (tidak mubazir atau terbuang).
POKOK
BAHASAN IV
RANGKAIAN ARITMATIKA DIGITAL
4. PEMBAHASAN
4.1 Adder
Rangkaian
Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk
menjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di
dalam komputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU
(Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder
adalah:
·
Sistem bilangan biner (memiliki base/radix
2)
·
Sistem bilangan oktal (memiliki base/radix
8)
·
Sistem bilangan Desimal (memiliki
base/radix 10)
·
Sistem bilangan Hexadesimal (memiliki
base/radix 16)
Namun,
diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan
biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem
bilangan complement. BCD (binary-coded decimal).
a.
Half Adder
Half
adder adalah suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling
sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data
bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan
2 keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian
ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan
AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing
hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1.
Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2.
Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3.
Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
4.
Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout
(Carry Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki dua
masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).
b.
Full Adder
Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya
bekerja seperti Half-Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil
penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan Cin, sementara
bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry
dari penjumlahan sebelumnya.
Berikut merupakan simbol dari Full Adder
Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan
menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan
sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan
rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa Full Adder.
4.2 Subtractor
Merupakan
Suatu Rangkaian Pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis-jenis rangkaian
Subtractor yaitu :
a.
Half
Subtractor
Rangkaian
half subtractor adalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada
dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang
dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat
dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian
ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out(Bo). Rumus
dasar pengurangan pada biner yaitu :
1.
0 – 0 = 0 Borrow 0
2.
0 – 1 = 1 Borrow 1
3.
1 – 0 = 1 Borrow 0
4.
1 – 1 = 0 Borrow 0
b.
Full
Subtractor
Pada Rangkaian full
subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya dan
pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu
seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2
output.
Berikut merupakan
symbol dari Full Subtractor
Rangkaian ini dapat
digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1
bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari
beberapa Full Subtractor.
POKOK BAHASAN V
ENCODER
Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk
mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam
rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki
input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam format
bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input
yang aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak ditemukan
istilah Encoder seperti “Desimal to BCD Encoder”
yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk mengkodekan line input
dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi kode bilangan biner 4 bit BCD
(Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line Encoder” yang
berarti rangkaian Encoder dengan input 8 line dan output 3
line (3 bit BCD).
DEKODER
Decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat
mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau
menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di
artikan sebagai rangkaian logika yang ditugaskan untuk menerima input-input
biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner
tersebut.
Fungsi decoder adalah untuk memudahkan kita
dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar
dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum
adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin
merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan
2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan
menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.
POKOK BAHASAN VI
MULTIPLEKSER
DAN DEMULTIPLEKSER
1.
MULTIPLEKSER
Multiplekser adalah suatu peranti yang mampu
menyalurkan beberapa jalur data ke satu jalur luaran. Multiplekser mempunyai
satu atau lebih sinyal masukan yang terhubung pada masukannya. Pemilihan
saluran masukan dilakukan oleh sinyal kontrol. Suatu multiplekser dengan 2n saluran
masukan memerlukan n sinyal kontrol.
Multiplexer
(MUX) atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang menerima beberapa
input data, dan untuk suatu saat tertentu hanya mengizinkan satu data input
masuk ke output, yang diatur oleh input selektor. Oleh karena itu, MUX memiliki
fungsi sebagai pengontrol digital. MUX memiliki kanal input lebih besar dari 1
(minimal 2 atau kelipatan 2), dan hanya memiliki 1 kanal output. Jumlah
selektor dilihat dari banyaknya kanal input (n).
Penggunaan Multiplekser
Multiplekser dapat digunakan pada :
1.
Seleksi data
2.
Data routing (perjalanan data)
3.
Multiplekser biasanya menentukan perjalanan data dari satu
sumber data diantara beberapa sumber ke satu tujuan.
4.
Operation sequencing (pengurutan operasi)
5.
Konversi parallel ke seri
6.
Kebanyakan system digital memproses data biner secara parallel
(seluruh bit secara serentak), karena teknik ini lebih cepat. Tetapi
apabila data ini harus disalurkan ke tempat-tempat yang relative jauh,
susunan parallel ini menjadi tidak efektif, karena memerlukan banyak
saluran transmisi.Oleh karena itu, data biner berbentuk parallel sering
diubah menjadi bentuk seri sebelum disalurkan ke tujuan yang jauh.
7.
Menghasilkan bentuk gelombang
8.
Menghasilkan fungsi logika
2.
DEMULTIPLEKSER
Demultiplekser adalah
suatu rangkaian yang mendistribusikan satu masukan ke lebih dari satu luaran.
Demultiplekser disebut juga data distributor. Pemilihan saluran luaran
dilakukan oleh sinyal kontrol. Sinyal kontrol merupakan masukan yang berfingsi
untuk mengarahkan setiap sinyal masukan pada saluran luaran yang dipilih. Suatu
demultiplekser dengan n sinyal kontrol akan memiliki 2n saluran
luaran.
Demultiplekser (De-Mux) atau disebut juga distributor data. De-Mux memiliki
satu
kanal input yang didistribusikan ke beberapa kanal output. Selektor input
menentukan ke output mana input data akan didistribusikan. Jumlah selektor dilihat
dari banyaknya kanal output.
Sekian
dan terima kasih atas kunjungan anda. Semoga ilmu kita berkah dunia akhirat.
Bila tidak ada salah mohon ucapkan alhamdulillah. Bila ada kesalahan mohon maaf
atas kesalahan saya.
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar