Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Ahmad Rendra Fajaresta, salah satu mahasiswa Informatika yang akrab dipanggil Fajarest dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kelahiran Pasuruan, 10 Juni 2001. Memiliki akun instagram fajarest10_ dan akun email ahmadrendrafajaresta@gmail.com yang selalu merahasiakan passwordnya. Bertujuan menyampaikan penjelasan singkat tentang ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA bersumber dari modul asli karya UMSIDA.
POKOK BAHASAN I
STRUKTUR DATA, ARRAY, POINTER, DAN STRUKTUR
A. Konsep Dasar Struktur Data
Struktur Data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempunyai karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus penggunaan atau pengaksesan data.
Struktur data bertujuan agar cara mempresentasikan data dalam membuat program dapat dilakukan secara efisien dalam pengolahan di memori dan pengolahan penyimpanan dari program ke storage juga lebih mudah dilakukan.
B. Konsep Dasar Array
Array adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulan elemen tersebut mempunyai susunan tertentu yang teratur. Jumlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe data yang sama. Jenis-jenis array:
Struktur array satu dimensi dapat dideklarasikan dengan bentuk umum berupa:
tipe_var nama_var [ukuran];
Dengan:
- Tipe_var : untuk menyatakan jenis elemen array(misalnya inti, char, unsigned).
- Nama_var : untuk menyatakan nama variabel yang dipakai.
- Ukuran : untuk menyatakan jumlah maksimal elemen array.
Contoh : float nilai_ujian [5]
Tipe data array dua dimensi biasa digunakan untuk menyimpan, mengolah maupun menampilkan satu data dalam bentuk tabel atau matriks. Untuk mendeklarasikan array agar dapat menyimpan data adalah:
tipe_var nama_var [ukuran1] [ukuran2];
Dimana :
- Ukuran 1 menunjukkan jumlah/nomor baris.
- Ukuran 2 menunjukkan jumlah/nomor kolom.
Jumlah elemen yang dimiliki array dua dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian :
Ukuran 1 x ukuran 2.
Seperti halnya pada array satu dimensi, data array dua dimensi akan ditempatkan pada memori secara berurutan.
- Array Multidimensi / Dimensi Banyak
Array berdimensi banyak atau multidimensi terdiri dari array yang tidak terbatas hanya dua dimensi saja. Bentuk umum pendeklarasian array multidimensi adalah:
tipe_var nama_var [ukuran1] [ukuran2]...[ukuran n];
Contoh : inti data_angaka [3][6][6];
Yang merupakan array tiga dimensi
C. Konsep Dasar Pointer
Pointer adalah sebuah variabel yang berisi alamat variabel yang lain. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjuk ke satu alamat memori sehingga alamat dari satu variabel dapat diketahui dengan mudah. Deklarasi pointer
D. Konsep Dasar Struktur
Struktur adalah koleksi dari variabel yang dinyatakan dengan sebuah nama, dengan sifat setiap variabel dapat memiliki tipe yang berlainan. Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi yang berkaitan menjadi sebuah satu kesatuan.
Contoh sebuah struktur adalah informasi data tanggal, yang berisi tanggal, bulan, dan tahun.
CONTOH : Program Array Dimensi Dua
#include <stdio.h>
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
void printArray(int[][3]);
int main()
{
int matriks1[2][3]={{1,2,3},{4,5,6}},matriks2[2][3]={1,2,3,4,5},matriks3[2][3]={{1,2},{4}};
printArray(matriks1);
printArray(matriks2);
printArray(matriks3);
getch();
}
void printArray(int a[][3])
{
int i, j;
for (i=0;i<=1;i++)
{
for(j=0; j<=2; j++)
printf("%d ", a[i][j]);
printf("\n");
}
}
POKOK BAHASAN II
LINKED LIST (SENARAI)
Linked List adalah objek atau elemen yang dihubungka satu dengan lainnya sehingga membentuk satu list. Sedangkan objek atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data (variabel) yang dijadikan satu kelompok atau structure atau record yang dibentuk dengan perintah struct. Untuk menggabungkan objek satu dengan lainnya, diperlukan paling tidak sebuah variabel yang bertipe pointer. Syarat linked list adalah harus dapat diketahui alamat simpul pertama atau biasa dipakai variabel First/Start/Header.
Istilah-istilah dalam Linked List:
- Simpul
Simpul terdiri dari du bagian yaitu :
a. Bagian data.
b. Bagian pointer yang menunjuk ke simpul berikutnya.
- First/Header
Variabel First/Header beri alamat (pointer)/ acuan (reference) yang menunjuklokasi simpul pertama Linked List, digunakan sebagai awal penelusuran Linked List.
- Nil/Null
Tidak bernilai, digunakan untuk menyatakan tidak mengacu ke manapun.
- Simpul Terakhir (Last)
Simpul terakhir linked list berarti tidak menunjuk simpul berikutnya. Tidak terdapat alamat disimpan di field pointer (bagian kedua dari simpul). Nilai Null atau nil disimpan di field pointer di simpul terakhir.
Jenis-jenis linked list :
List Kosong
List Kosong hanya terdiri dari sebuah petunjuk elemen yang berisi NULL (kosong), tidak memiliki satu buah elemen pun sehingga hanya berupa petunjuk awal elemen berisi NULL.
List Tunggal
List Tunggal adalah lis yang elemennya hanya menyimpan informasi elemen setelahnya (next), sehingga jalannya pengaksesan list hanya dapat dilakukan secara maju. List tunggal terbagi tiga jenis yaitu lis tunggal dengan kepala (First), list tunggal dengan kepala (First) dan ekor (Tail), serta lis tunggal yang berputar.
List Ganda
List Ganda adalah sebuah list yang elemennya menyimpan informasi elemen sebelumnya dan informasi elemen setelahnya, sehingga proses penelusuran list dapat dilakukan secara maju dan mundur. List ganda terbagi menjadi tiga jenis yaitu List ganda dengan kepala(First), list ganda dengan kepala(First) dan ekor(Tail), serta list ganda yang berputar.
Operasi Dasar Pada Linked List :
IsEmpty : Fungsi ini menentukan apakah Linked List kosong atau tidak.
Size : Opersi untuk mengirim jumlah elemen di Linked List.
Create : Operasi untuk penciptaan List baru yang kosong.
Insertfirst : Operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul pertama.
Insertlast : Operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul terakhir.
Insertbefore : Operasi untuk penyisipan simpul sebelum simpul tertentu.
Deletefirst : Operasi penghapusan simpul pertama.
Deleteafter : Operasi untuk penghapusan setelah simpul tertentu.
Deletelast : Operasi penghapusan simpul terakhir.
CONTOH : Mendeklarasikan, Memasukkan data, dan Menampilkan Data Pada Single Linked List
#include<stdio.h>
#include<string.h>
#include<stdlib.h>
#include<iostream>
#include<conio.h>
using namespace std;
struct dtnilai *tampung;
struct dtnilai *ujung;
struct dtnilai *awal;
int j;
char strnilai[5], jawab[6];
struct dtnilai
{
char nim[13];
char nama[20];
double nilai;
struct dtnilai *next;
};
int main()
{
printf("DATA MAHASISWA : \n");
printf("===================================\n");
printf("\n");
while(1)
{
if(j==0)
{
awal= (struct dtnilai*) malloc (sizeof(struct dtnilai));
printf("NIM : ");
gets (awal->nim);
printf("\n");
printf("Nama : ");
gets(awal->nama);
printf("\n");
printf("Nilai Test : ");
gets(strnilai);
printf("\n");
awal->nilai = atof(strnilai);
tampung=awal;
tampung->next = NULL;
}
else
{
ujung= (struct dtnilai*) malloc (sizeof(struct dtnilai));
tampung->next=ujung;
printf("NIM : ");
gets (ujung->nim);
printf("\n");
printf("Nama : ");
gets (ujung->nama);
printf("\n");
printf("Nilai Test : ");
gets(strnilai);
printf("\n");
ujung->nilai = atof(strnilai);
tampung=ujung;
ujung->next = NULL;
}
printf("Masukkan Data Lagi? (y/t) :");
gets(jawab);
printf("\n");
if ((strcmp (jawab, "Y")==0||strcmp(jawab,"y")==0))
{
j++;
continue;
}
else if((strcmp(jawab, "T")==0||strcmp(jawab,"t")==0))
break;
}
printf("Data Mahasiswa Yang Telah Diinputkan : \n");
printf("========================================\n");
printf(" NIM\t\t Nama\t\t Nilai\n");
printf("\n");
ujung=awal;
while(ujung!=NULL)
{
printf("%s\t%s\t%6.2lf\n", ujung->nim, ujung->nama, ujung->nilai);
ujung=ujung->next;
}
getch();
}
POKOK BAHASAN III
STACK (TUMPUKAN)
Stack adalah kumpulan elemen-elemen yang tersimpan dalam suatu tumpukan. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu:
- Penyisipan selalu dilakukan “di atas” TOP
- Penghapusan selalu dilakukan pada TOP
Karena aturan penyisipan dan penhapus semacam itu, TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi, elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen stack terususun secara LIFO (Last In First Out).
Seperti halnya jika kita mempunyai sebuah tumpukan buku, agar tumpukan buku itu tidak ambruk ketika kita mengambil sebuah buku di dalam tumpukan itu maka harus di ambil satu per satu dari tumpukan yang paling atas dari tumpukan.
Beberapa contoh penggunaan stack adalah pemanggilan prosedur, perhitungan ekspresi arimatika, rekursifitas, backtracking, penanganan interupsi, dan lain-lain.
Karakteristik penting stack sebagai berikut:
1. Elemen stack yaitu item-item data di elemen stack
2. TOP (elemen puncak dari stack)
3. Jumlah elemen pada stack
4. Status/kondisi stack, yaitu:
- Penuh
Bila elemen di tumpukan mencapai kapasitas maksimum tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ketumpukan. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow
- Kosong
Bila tidak ada elemen tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen tumpukan. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.
Stack memiliki operasi-operasi pokok sebagai berikut :
• Push :Untuk menambahkan item pada tumpulkan paling atas.
Void Push (item Type x, Stack *S)
{
If (Full (S))
Printf(“Stack FULL);
Else
{
S->Item[S->Count]=x;
++(S->count);
}
}
• POP :Untuk mengambil item teratas
Int Pop (stack S, itemType x)
{
If(Empty (S))
Printf(“Stack Kosong “);
Else
{
--(S->Count);
X=s->item(s->Count);
}
}
• Clear :Untuk mengosongkan stack
Void initializeStack (Stack S)
{
S->Count=0;
}
• IsEmpty : Untuk memeriksa apakah stack kosong
Int Empty (Stack*S)
{
Return (S->Count==0);
}
• IsFull :Untuk memeriksa apakah stack sudah penuh
Int Full (Stack S)
{
Return (S->Count==MAXSTACK);
}
Representasi Stack:
- Representasi statis
Stack dengan representasi statis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan array.Sebuah array memliki tempat yang diaokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka stack dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh.
- Representasi dinamis
Stack dengan representasidinamis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen yang dialokasikan pada memori.
Karena semua operasi pada sebuah stack diawali dengan elemen yang paling atas maka jika menggunakan representasi dinamis saat elemen ditambahkan akan menggunakan penambahan elemen pada awal stack (addfirst) dan saat pengambilan atau penghapus elemen menggunakan penghapus di awal stack (delfirst).
CONTOH : Program Stack
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream>
#define MAXSTACK 3
typedef int itemType;
typedef struct{
int item [MAXSTACK];
int jml;
}
stack;
void init(stack *s){
s->jml=0;
}
int kosong(stack *s)
{
return(s->jml==0);
}
int penuh(stack *s)
{
return(s->jml==MAXSTACK);
}
void isi(itemType x, stack *s){
if(penuh(s))
printf("\nMaaf Data kosong");
else{
s->item[s->jml]=x;
++(s->jml);
}
}
void ambil(stack *s, itemType *x){
if (kosong(s))
printf ("\nMaaf Data Kosong\n");
else
{
--(s->jml);
*x=s->item[s->jml];
s->item[s->jml]=0;
printf("\nData %i Berhasil Diambil\n",*x);
}
}
void tampil(stack *s){
if (kosong(s))
printf ("\nMaaf Data Masih Kosong\n");
else
printf("\n");
for (int i=s->jml-1;i>=0;i--){
printf ("Data: %d\n",s->item[i]);
}
}
void (hapus(stack *s)){
s->jml=0;
printf("\nSemua Data Berhasil Dihapus\n");
}
main()
{
int pil;
stack tumpukan;
itemType data;
init(&tumpukan);
do{
printf("\nMENU:\n 1.Isi (Data Angka)\n 2.Ambil\n 3. Lihat\n 4.Hapus(hapus semua data)\n 5.keluar\n");
printf("\n");
printf("masukkan pilihan : "); scanf("%i", &pil);
switch(pil){
case 1:
printf("\n Masukkan Data Angka : "); scanf("%i",&data);;
isi(data,&tumpukan);
break;
case 2:
ambil(&tumpukan,&data);
break;
case 3:
tampil(&tumpukan);
break;
case 4:
hapus(&tumpukan);
break;
}
}while (pil!=5);
getch();
}
POKOK BAHASAN IV
QUEUE (ANTRIAN)
Antrian adalah suatu kumpulan data yang penambahan elemennya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung (disebut sisi belakang atau REAR) , dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain (disebut sisi depan atau FRONT). Prinsip yang digunakan dalam antrian ini adalah FIFO (First In First Out). Yaitu elemen yang pertama kali masuk akan keluar pertama kalinya.
Penggunaan antrian antara lain simulasi antrian di dunia nyata (antrian pembeli tiket), sistem jaringan komputer (pemrosesan banyak paket yang datang dari banyak koneksi pada suatu host , bridge , gateway) , dll.
Elemen karakteristik penting antrian sebagai berikut :
a. Elemen antrian yaitu item-item data yang terdapat dalam antrian.
b. Head/front (elemen terdepan antrian).
c. Tail/rear (elemen terakhir antrian).
d. Jumlah antrian pada antrian (count).
e. Status/kondisi antrian, ada dua yaitu :
- Penuh
Bila elemen di antrian mencapai kapasitas maksimum antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke antrian. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.
- Kosong
Bila tidak ada elemen antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen antrian. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.
Operasi – operasi pokok pada antrian diantranya adalah :
1. Create -> Membuat antrian baru.
NOEL (CREATE(Q)) = 0
FRONT (CREATE(Q)) = tidak terdefinisi
REAR (CREATE(Q))=tidak terdefinisi
2. IsEmpty ->Untuk memeriksa apakah antrian sudah penuh atau belum.
ISEMPTY (Q) = True, jika Q adalah queue kosong.
3. IsFull ->mengecek apakah antrian sudah penuh atau belum.
ISFULL(Q) = True, jika Q adalah queue penuh.
4. Enqueue/Insert -> menambahkan elemen kedalam Antrian, penambahan elemen selalu ditambahkan di elemen paling belakang.
REAR (INSERT(A,Q)) = A
ISEMPTY (INSERT(A,Q)) = FALSE
Algoritma QINSERT :
a. IF FRONT = 1 AND REAR = N, OR IF FRONT =REAR +1, THEN OVERFLOW, RETURN
b. IF FRONT := NULL, THEN
SET FRONT := 1 AND REAR := 1
ELSE IF REAR = N, THEN
SET REAR := 1
ELSE
SET REAR := REAR+1
c. SET QUEUE[REAR] := ITEM
d. RETURN
5. Dequeue/Remove ->untuk menghapus elemen terdepan/pertama dari Antrian Algoritma QDELETE :
a. IF FRONT := NULL, THEN UNDERFLOW, RETURN
b. SET ITEM := QUEUE [FRONT]
c. [FIND NEW VALUE OF FRONT]
IF FRONT = REAR, THEN
SET FRONT :=NULL AND REAR ;= NULL
ELSE IF FRONT = N, THEN
SET FRONT := 1
ELSE
SET FRONT := FRONT+1
d. RETURN
Representasi queue :
• Representasi statis
Queue dengan representasi statis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang dialokasikan awal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka queue dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh. Representasi dinamis
Queue dengan representasi dinamis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen yang dialokasikan pada memori.
CONTOH : Program Queue
#include <iostream>
using namespace std;
#define MAX 5
class queue
{
private:
int t[MAX];
int al;
int dl;
public:
queue()
{
dl=-1;
al=-1;
}
void del()
{
int tmp;
if(dl==-1)
{
cout<<"Queue kosong ";
}
else
{
for(int j=0; j<=al; j++)
{
if((j+1)<=al)
{
tmp=t[j+1];
t[j]=tmp;
}
else
{
al--;
if(al==-1)
dl=-1;
else
dl=0;
}
}
}
}
void add(int item)
{
if(dl==-1 && al==-1)
{
dl++;
al++;
}
else
{
al++;
if(al==MAX)
{
cout<<"Queue penuh\n";
al--;
return;
}
}
t[al]=item;
}
void display()
{
if(dl!=-1)
{
for(int iter=0; iter<=al; iter++)
cout<<t[iter]<<" ";
}
else
cout<<"Kosong";
}
};
int main()
{
queue a;
int data[5]={32,23,45,99,24};
cout<<"Queue sebelum penambahan elemen : ";
a.display();
cout<<endl<<endl;
for(int iter = 0; iter < 5; iter++)
{
a.add(data[iter]);
cout<<"Penambahan Angka : "<<(iter+1)<<" : ";
a.display();
cout<<endl;
}
cout<<endl;
cout<<"Queue setelah penambahan elemen : ";
a.display();
cout<<endl<<endl;
for(int iter=0; iter<5; iter++)
{
a.del();
cout<<"Penghapusan Angka : "<<(iter+1)<<" : ";
a.display();
cout<<endl;
}
system("pause");
return 0;
}
POKOK BAHASAN V
REKURSIF
Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri, artinya fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri. Contoh menghitung nilai faktorial. Rekursif sangat memudahkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks. Sifat-sifat rekursif:
• Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali.
• Sedikit lebih efisien dari iterasi tapi lebih elegan.
• Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.
Data yang berada dalam method tersebut seperti argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggilnya diselesaikan.
CONTOH : Program Faktorial
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<conio.h>
using namespace std;
int faktorial (int n)
{
if(n==1)
return(1);
else
return (n*faktorial(n-1));
}
main()
{
int x;
printf("Mencari Nilai Faktorial \n");
printf("Masukkan Nilai X : ");
scanf("%d", &x);
printf("Nilai Faktorial dari %d= %d \n", x, faktorial(x));
system("pause");
getch();
}
POKOK BAHASAN VI
SORTING (PENGURUTAN)
Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertentu. Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses pengurutan yaitu:
- Urutan naik (ascending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar.
- Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling besar sampai paling kecil.
Contoh : data bilangan 5,2,6, dan 4 dapat diurutkan naik menjadi 2,4,5,6 atau diurutkan turun menjadi 6,5,4,2. Pada data yang bertipe char,nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang lain didasarkan pada urutan relatif (collating sequence) seperti dinyatakan dalam tabel ASCII.keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurut yaitu :
- Data mudah dicari, mudah untuk dibetulkan,dihapus,disisipi atau digabungkan. Dalam keadaan terurutkan, kita mudah melakukan pengecekan apakah ada data yang hilang.
- Misalnya kamus bahasa,buku telepon.
- Mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang kali.
Beberapa faktor yang berpengaruh pada efektifitas suatu algoritma pengurutan antara lain:
- Banyak data yang diurutkan.
- Kapasitas pengingat apakah mampu menyimpan semua data yang kita miliki.
- Tempat penyimpanan data,misalnya piringan,pita atau kartu,dll.
Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya sebagai berikut:
1. Bubble sort
Bubble sort adalah suatu metode pengurutan yang membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen berikutnya. Apabila elemen sekarang>elemen berikutnya,maka posisinya ditukar. Kalau tidak,tidak perlu ditukar.diberi nama “bubble”karena proses pengurutan secara berangsur-angsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat,seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda.proses bubble sort:
Data paling akhir dibandingkan dengan data di depannya,jika ternyata lebih kecil atau besar maka tukar sesuai dengan ketentuan (descending atau ascending). Dan pengecekan yang sama dilakukan terhadap data yang selanjutnya sampai dengan data yang paling awal.
2. selection sort
Metode seleksi melakukan pengurutan dengan cara mencari dta yang terkecil kemudian menukarnya dengan data yang digunakan sebagai acuan atau sering dinamakan pivot. Selama proses,pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja,pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses.proses pengurutan dengan metode seleksi dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Langkah pertama dicari data terkecil dari data pertama sampai data terakhir. Kemudian data terkecil ditukar dengan data pertama. Dengan demikian,data pertama sekarang mempunyai nilai paling kecil dibanding data yang lain.
• Langkah kedua,data terkecil kita cari mulai data kedua sampai terakhir.data terkecil yang kita peroleh ditukar dengan data kedua dan demikian seterusnya sampai semua elemen dalam keadaan terurutkan.
3. merger sort
Algoritma merge sort ialah algoritma pengurutan yang berdasarkan pada strategi divide and conquer. Algoritma ini terdiri dari dua bagian utama, pembagian list yang diberikan untuk di-sort ke dalam beberapa sublist yang lebih kecil,dan sort (mengurutkan) dan merge (menggabungkan) sublist-sublist yang lebih kecil ke dalam list hasil yang sudah diurutkan. Pembagian bisa dikatakan cukup mudah karena sublist-sublist tersebut dibagi ke dalam dua sublist yang ukurannya adalah setengah dari ukuran semula. Hal ini terus diulang sampai sublist itu cukup kecil untuk di-sort secara efisien (umumnya telah terdiri dari satu atau dua elemen). Dalam langkah merge dua sublist disatukan kembali dan diurutkan pada saat yang sama. Algoritma untuk merge sort ialah sebagai berikut:
A. untuk kasus n=1,maka table a sudah terurut sendiirinya (langkah solve)
B. untuk kasus n>1,maka:
a.DEVIDE: bagi table a menjadi dua bagian,bagian kiri dan bagian kanan, masing-masing bagian berukuran n/2 elemen.
b.CONQUER:secara rekursif,terapkan algoritma D-dan-C pada masing-masing bagian.
c.MERGE:gabung hasil pengurutan kedua bagian sehingga diperoleh table a yang terurut.
CONTOH : Program Aplikasi Array Untuk Mengurutkan bilangan Dengan Metode Bubble Sort
#include <stdio.h>
#include <iostream>
#include <conio.h>
#define MAX 20
void input(int jum);
void buble(int jum);
void output(int jum);
int n, A[MAX];
using namespace std;
main()
{
printf("Masukkan Jumlah Bilangan : ");
scanf("%d", &n);
cout<<endl;
input(n);
buble(n);
output(n);
_getch();
}
void input (int jum)
{
int i;
for(i=0;i<jum;i++)
{
printf("Bilangan ke %d : ",i+1);
scanf("%d", &A[i]);
cout<<endl;
}
cout<<endl;
cout<<"Hasil Pengurutan Secara Ascending : \n";
cout<<endl;
}
void buble(int jum)
{
int i,j,temp;
for(i=1; i<=jum-1; i++)
{
for (j=i;j<n;j++)
{
if (A[i-1]>A[j])
{
temp=A[i-1];
A[i-1]=A[j];
A[j]=temp;
}
}
}
}
void output (int jum)
{
int i;
for(i=0;i<jum;i++)
{
printf("Bilangan ke %d = %d\n", i+1,A[i]);
cout<<endl;
}
}
Sekian dan terima kasih atas kunjungan anda. Bila tidak ada kesalahan mohon ucapkan alhamdulillah. Jika ada kesalahan mohon maaf atas kekurangannya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar